Pagi sekali baru saja saya bangun tidur sudah mendapat video Komplain dari pabrik, seperti ini videonya.
Sebenarnya pabrik sudah sering Komplain pada kami seperti kadang singkong muda, kadang ada tanah, kadang ada bonggol.
Kami berusaha memperbaiki kualitas singkong yang kami kirim dengan cara membina para petani yang menjual ke lapak kami.
Kami faham pabrik menginginkan kualitas singkong yang baik agar menghasilkan tepung tapioka yang baik pula.
Bukan bermaksud membela diri, tapi tolong fahami dan dengarkan keluh kesah kami, pabrik jangan hanya bisanya komplain saja.
Banyak sekali kendala di lapak yang kami hadapi, diantaranya.
Harga dari pabrik ini selalu lebih rendah dari pabrik lainnya. Kami sangat sulit mendapat singkong. Jangankan singkong berkualitas baik, asal dapat singkong saja sudah sulit bila harga di lapak kami kalah dengan lapak pesaing kami.
Pabrik ini sering buka-tutup. Ini sangat berdampak buruk pada citra lapak kami jika lapak kami ikut tutup.
Kami serba salah. Kalau kami buka dan jual ke pabrik lain, kami sering mendapat sindiran yang tidak enak dengan berkata "Kalau barang jelek dibawa ke sini". Pabrik itu dengan seenaknya memberi potongan tinggi dan harga yang rendah dibanding dengan lapak-lapak pesaing kami. Kalau kami ikut tutup juga, petani yang biasa setor singkong ke lapak kami akan kabur ke lapak lainnya dan bisa saja mereka tidak datang lagi, ini berarti kami kehilangan suplayer.
Potongan di pabrik ini tinggi di banding pabrik lain. Tidak perlu dijelaskan lagi, petani begitu tau potongan di lapak kami tinggi mereka langsung balik kanan menuju lapak lainnya. Pertanyaanya bagaimana cara kami agar kami bisa memberi potongan rendah ke petani jika kami di pabrik di potong tinggi?
Pabrik ini naik harga selalu terlambat dan lebih awal turunya. Sesek sekali rasanya kalau sekalinya turun, harga jatuh bebas.
Pabrik ini hanya memiliki armada yang sedikit. Sering terjadi kami sudah membeli satu rit singkong sekitar 17 ton, begitu kami telpon pabrik, dengan entengnya pabrik bilang maaf pak armada lagi kosong. Armada dipakai kirim sagu ke jakarta. Apa yang harus kami lakukan?. Setor ke pabrik lain? dengan resiko rugi Rp70/kg. Atau tunggu armada pabrik? dengan resiko kami di caci maki karena singkong layu bahkan busuk. Pabrik sudah lupa dengan komitmennya.
Pabrik ini ongkirnya tinggi dibanding dengan pabrik sebelah yang ongkirnya nol koma kosong. Saya tidak tau strategi pabrik sebelah, yang penting mereka dapat pasokan singkong berkualitas tinggi.
Harapan saya pada pabrik tolong kerjasamanya, jika ingin barang berkualitas tinggi maka berikanlah harga yang bersaing dan pelayanan yang baik juga. Jangan bisanya hanya komplain saja. Ini saya sampaikan maaf yang teramat sangat. Semoga pabrik faham dengan kesulitan kami di lapak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar